skip to Main Content

Masalah itu Solusi

Mendengar atau melihat orang berselisih terhadap sesuatu masalah mungkin sudah jamak, kadang kita peduli terhadap hal itu kadang mengabaikan karena tidak mau mengganggu zona nyaman. Zona nyaman diri terbentuk karena suatu kondisi yang membuat kita biasa tanpa ada keterpaksaan atau komplain dari pihak lain. Setiap masalah seharusnya ada solusi tapi sering kali menguap tanpa solusi.

Mengapa masalah itu sering kali tanpa solusi. Apakah karena ketidakmauan atau tidak mendapatkan titik temu yang disepakati ?. Kompleksitas pemikiran orang terbedakan dari pemahaman atau bagaimana orang itu memetakan dalam pikiran. Pemetaan pikiran bergantung dengan tingkat pemahaman, intelektual dan seberapa besar keterbukaan pikiran. Banyak yang bersikukuh dengan pemikiran atau pendapat yang karena hal inilah sebuah solusi terabaikan karena masing-masih berkutat dengan pemahaman sendiri. Bagaimana seharusnya ?. Coba tanyakan apakah memang masalah itu mau diselesaikan atau hanya dibicarakan ?. Kalau mau diselesaikan, lakukan, persempitan kesenjangan pemahaman dan berfokus pada solusi. Terkadang sesuatu itu makin untuk dipahami justru malah menimbulkan penolakan. Apakah setiap panca indera itu menerima sesuatu harus dimengerti secara detail ?. Intinya sebenarnya cukup diterima saja dan jangan dipertanyakan lagi, karena sebenarnya sudah tahu.

Faktor kunci sebuah solusi dicapai adalah kesamaan dalam memetakan masalah tersebut di pikiran. Mindset adalah kunci. Seperti orang tua dengan anaknya sering terjadi perselisihan karena mindset mereka tidak sama. Jika mereka menyadari sebuah perselisihan akan menjadi sebuah kajian menarik yang bermuara pada kesepahaman. Contoh lain adalah komunikasi antara atasan dengan bawahan. Komunikasi sering tidak nyambung karena orientasi dan cara memahami masalah itu berbeda bukan di petakan dalam suatu ruang yang sama. Komunikasi adalah sarana untuk membangun mindset yang sama. Jika sudah sama, pasti dalam menentukan arah akan lebih mudah.

“Panjang, keras dan kuat”.

Kalimat diatas akan dimaknai berbeda karena pemahaman terhadap artinya juga berbeda.

Mas Antokoe

I'm Mas Antokoe. Just ordinary person.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top